Tarif Integrasi Rp 10 Ribu Bisa Bayar Pakai Kartu dan Aplikasi Jak Lingko

Komisi B DPRD DKI Jakarta menyetujui penerapan tarif integrasi sebesar Rp Rp 10.000 antarmoda transportasi yang meliputi Transjakarta, LRT, dan MRT, Selasa (7/6).

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan dua metode pembayaran. Pertama, para penumpang bisa membayar dengan menggunakan kartu atau QR Code di aplikasi.

“Yang kedua dengan smartphone dari aplikasi Jak Lingko kemudian ini akan muncul QR Code yang kemudian masuk ke sistem lalu gatenya akan terbuka,” kata Syafrin kepada wartawan, Selasa (7/6).
Ia mengatakan, saat ini sudah ada tambahan metode pembayaran itu di Stasiun MRT maupun di LRT.

“Ada beberapa contohnya di gate MRT maupun di LRT ada tambahan readers sehingga dia bisa membaca kartu, juga bisa membaca QR Code aplikasi karena sekarang ini disetujui tentu akan ada dua pola pembayaran,” ujarnya.
Dengan penerapan tarif integrasi ini, para penumpang yang melakukan perpindahan antarmoda hanya perlu membayar maksimal Rp 10.000 untuk menaiki Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Ketua Komisi B Iman Satria memberikan 4 poin rekomendasi kerja kepada Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait dengan penerapan tarif integrasi, yaitu:

1. Komisi B dapat menyetujui pelaksanaan tarif integrasi karena mendukung keterpaduan moda transportasi antara BRT, LRT dan MRT Jakarta yang pada ujungnya nanti akan mendorong masyarakat untuk menggunakan moda transportasi massal berbasis rel sepanjang tidak menambah beban APBD melalui PSO (Public Service Obligation). Jika terjadi penambahan PSO akan diputuskan di Komisi B.

2. Tarif integrasi yang disetujui sebesar Rp 10.000 dengan masa percobaan 6 bulan sejak ditetapkan dan akan dievaluasi setiap 6 bulan selama 1 tahun untuk mengetahui dampak implementasi paket dari integrasi terhadap nilai masyarakat menggunakan model transportasi massal

3. Jumlah warga masyarakat pengguna atau penerima manfaat paket tarif integrasi wajib dilaporkan setiap 6 bulan setiap 6 bulan sekali selama 1 tahun dengan pemisahan data masyarakat ber-KTP DKI Jakarta dan ber KTP non-Jakarta.

4. Memberikan fasilitas gratis tiket integrasi kepada 15 kelompok masyarakat pengguna BRT dan MRT Jakarta yang terdiri dari;

1. PNS DKI Jakarta dan pensiunan PNS
2. Tenaga kontrak DKI Jakarta
3. Penerima KJP A
4. Karyawan swasta tertentu A
5. Penghuni rumah susun
6. KTP Kepulauan Seribu
7. Penerima Raskin
8. Anggota tni-polri
9. Veteran
10. Penyandang disabilitas
11. Lansia
12. PAUD
13. Jumantik
14. Tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK)
15. Penjaga rumah ibadah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *