Palsukan Data Vaksin di PeduliLindungi, Ustad hingga Guru Ditangkap Di Polda Jambi

Polda Jambi (Polda) mengungkap kasus pemalsuan data vaksinasi di aplikasi PeduliLinden. Sebanyak 7 pelaku ditangkap.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kompol Christian Tory mengatakan, pelaku yang terlibat dalam peretasan itu berasal dari Jambi, Jawa Timur, Jawa Barat, serta Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.

Sedangkan 7 orang yang ditangkap Polda Jambi meninggal dunia dari 3 wilayah yakni Jambi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Ada yang berprofesi sebagai usta, pekerja swasta, guru dan aparat desa. Ketujuh orang ini sebelumnya telah menyelesaikan pelatihan formal di lokasi yang sama.

Mereka satu kelompok dan pernah mengenyam pendidikan yang sama,” ujarnya, Minggu sore (5 Mei).

Palsukan Data Vaksin di PeduliLindungi, Ustaz hingga Guru Ditangkap Polda Jambi (1)

Konsorsium ini menawarkan pembuatan sertifikat vaksinasi yang akan tercatat di aplikasi PeduliLinden tanpa melalui proses injeksi. Target utamanya adalah orang-orang yang menderita penyakit penyerta. Mereka mengenakan biaya Rp 600.000 bus Rp 1,5 juta untuk orang yang menggunakan layanan ini.

Penggunaan media sosial untuk iklan atau penawaran untuk membuat sertifikat vaksinasi. Kemudian ini ditangkap dalam aplikasi Peduli Protect dengan biaya pembuatan yang beragam,” kata Tory.

Para pelaku tiba di Jambi sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Mereka kini ditahan Polda Jambi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Data awal yang dihimpun Polda Jambi menunjukkan 250 orang menggunakan layanan tersebut. Kemungkinan data ini akan bertambah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.